Mungkin belum saatnya, bunga-bungaku tumbuh dan kemudian mekar
Mungkin belum saatnya, pohon-pohon hijauku berbuah dan menjadi manis serta segar untuk dimakan.
Mungkin belum saatnya, dahan-dahanku menjadi kuat dan menjadi sarang bagi banyak burung untuk beristirahat.
Tetapi apa pun itu kondisinya, aku sadar.
Dan aku percaya.
Bahwa tamanku sedang dipupuk untuk menjadi subur. Bahwa ia sedang dibajak. Bahwa ia sedang disirami. Bahwa ia sedang dirawat. Bahwa mentari sedang mencoba membantu. Bahwa daun-daun yang kering sedang menjadi penyejuk. Bahwa bunga yang layu sedang menjadi penyembuh. Bahwa dahan-dahan yang kering sedang menjadi tongkatnya untuk kembali tumbuh.
Mungkin, sekarang belum saatnya, Mungkin sekarang, bukan waktunya.
Aku percaya, bahwa tanah yang kini kumiliki sedang mengambil masanya untuk duduk, untuk beristirahat, untuk sejenak termenung, untuk sejenak mengambil bisu.
Bukan untuk membiarkan dirinya kalah, bukan untuk membiarkan singgah tanpa kenangan, bukan untuk tidak mencoba bercerita, dan bukan pula untuk berhenti melukis peristiwa.
Aku percaya, bahwa tubuhku cukup menerima, bahwa diriku cukup bersahaja, dan mungkin sahajaku belum usai untuk menunggu, juga belum usai untuk memilih bisu.
Mungkin sahajaku memintaku untuk terus melangkah, mengindahkan apa pun yang mungkin menjadi ada. Dan mungkin taman bungaku tidak menerima kemungkinan, tetapi ia menerima kepastian yang bisa saja sekarang dapat membantu tanahku menjadi lebih subur.
Dan di kemudian hari, ia akan menjadi taman terindah yang pernah kumiliki. Aku percaya, bahwa duniaku belum usai untuk aku berhenti serta kembali pulih.
14-02-2026
Gresik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar