Senin, 27 April 2026

WARNING !!!

Lengkara berarti mustahil atau tidak boleh terjadi. Seperti judulnya, buku ini menceritakan seseorang yang  bercerita mengenai kekasihnya. Buku ini tersusun dari pemikiran penulis sendiri yang masih abstrak dengan emosionalitas yang belum terjangkau oleh sistematika. Karya ini adalah kumpulan dari banyak suara-suara dalam kepala yang sudah lama protes untuk dikeluarkan. awalnya  buku ini ditulis  untuk seseorang yang cukup membuat penulis tercekat dan merasa ambigu dengan dirinya. seseorang yang membuat penulis sadar bahwa dia bukanlah siapa-siapa untuk menjadi manusia  yang bebas. Bahwa segala trauma, kesakitan, dan amarah hanyalah sebuah perasaan yang apabila kita berkubang di dalamnya maka hidup kita akan sia-sia. Untuk itu, penulis ucapkan terima kasih kepadanya. Yang sudah membuat penulis mampu merampungkan bukunya

Buku ini ditulis pada awal tahun 2023 dan sudah dibukukan pada  tahun 2025. Sayangnya, jangkauan buku ini hanya terbatas pada lingkungan sekolah sang penulis sendiri, di mana buku ini lahir. Oleh karena itu penulis  berinisiatif untuk menulisnya kembali dalam blog pribadinya  untuk dapat dibaca oleh khalayak ramai. Penulis berharap isi dalam buku ini dapat memberi manfaat bagi para pembaca. Tanpa melupakan orisinalitasnya, penulis benar-benar melakukan publikasi ulang tanpa mengubah apa pun demi menghormati memori yang saat itu penulis rasakan sendiri.

Buku ini akan dipublikasikan ulang dalam 12 bab dengan tambahan prolog dan epilog. Selamat membaca. Selamat berkarya.




 

24-04-2026
Gresik

Jumat, 24 April 2026

25 April 2026

Tuan, aku mencium wangimu dikala pagi menyingsing. Aku mencium wangimu dikala fajar tengah memberi izin. Dan aku pun mencium wangimu kala bulan menjelajah hari. 

Tuan, wangimu ambigu. Jenisnya sama, banyak kutemukan, di tubuh orang lain, tapi, kenapa? Kenapa hanya ketika wangi itu semerbak dari tubuhmu, dia menjadi istimewa. Mengapa baunya  berbeda? Apa karena dia melekat padamu? Atau karena aku yang tertarik pada dirimu?

Tuan, aku mencarimu di sepanjang waktu, di sepanjang jalan, di sudut-sudut ruangan, di pojok-pojok tikungan, dan apakah kau tahu? Aku tidak menemukanmu di antara  banyak waktu dan tempat yang kutempuh. Aku menemukanmu di mataku, dalam hatiku, dalam pikiranku, di dalam isi kepalaku.

Tuan, aku tidak ingin mengusirmu, karena aku tidak tahu. Aku tidak ingin menghardikmu, karena aku tidak tahu. Dan aku  juga tidak ingin membencimu, karena aku tidak tahu. Aku hanya ingin berdamai denganmu dalam diriku, dengan jiwaku, dengan hatiku. Agar aku tahu bahwa mungkin mengagumi wangimu adalah salah satu cara Tuhan untuk menurunkan egoku.


25-04-2026

Surabaya

Senin, 20 April 2026

20 April 2025

Kemarin, aku pergi diujung barat samudera. membawa petaka sembari menentengnya dengan logika. Netraku banyak melihat senyum yang dusta, juga sembilu yang sempurna. Kemudian aku berpikir dengan sukarela, menarik diri dari banyak durjana dan mengembara sampai mereka Purna.

Di anak dunia lain, aku menghampiri. Bertemu dengan banyak bumi, yang tidak henti-henti mengabdi. Di hamparan samudera itu mereka membiru sembari menangis, mencoba mendaki bukit yang jauh dari kata fantasi. Dalam imajiku aku merana sekaligus merayu, bagaimana bisa mereka memiliki kalbu? Lalu aku menengok ke samping, menghampiri waktu yang bergelayut dalam hampa-hampa takdir. Dia tersenyum memandangku, meraup wajahku, mentoel pipiku, lalu tersenyum terkikik-kikik. Tubuhku merinding, bergidik dengan suara lengking yang jauh dari bisikan sanubari.

Lalu aku berlanjut menjelajah, kutemukan dungkalan cair berwarna merah. Dia bukan darah tapi kata penduduk, dia tiada. Aku tidak memahami maksud kata tiada, karena dia bukan makhluk yang memiliki nyawa. lalu aku berpikir dengan banyak tanya, di mana dan kenapa. Kemudian mereka tersenyum. Tangannya mengelus kepalaku, membawa nadiku pergi jauh dalam belantara waktu. kemudian tiba-tiba aku merayu dan terbangun, lalu aku sadar. Bahwa  itu adalah cerita penjelajahan dalam buku duhai Si Malakama.


20-04-2025

Surabaya

WARNING !!!

Lengkara berarti mustahil atau tidak boleh terjadi. Seperti judulnya, buku ini menceritakan seseorang yang  bercerita mengenai kekasihnya. B...