Di ujung jalan yang tak bertepi. Di banyak tanya. Di antara sembilu. Dan di detik-detik nadi serta darah yang berdenting mengalir.
Ia diam, dengan banyak kisah. Membawa cerita yang telah lapuk juga gersang. Ia memeluk kertas, membawanya dengan khidmat meski bentuknya sudah tak indah. Dia bisa membaca, tetapi kertasnya tidak bisa dibaca. Ia bisa menulis, tetapi kertasnya tidak lagi kering. Ia bisa menggambarinya, membuatnya berwarna, melipatnya, dan menumpuknya indah dalam laman-laman kotak besarnya.
Ia tidak suka. Ia kecewa. Ia sedih. Ia marah. Ia berkicau merana dengan keadaan. Ia menelan pedih dengan tangisnya. Kerongkongannya pun ikut terbawa, menjadi sakit dan kecewa dengan tuannya.
Saat itu, ia tidak membenci dirinya. Saat itu ia tak pula mengukur kepandaiannya. Saat itu juga, ia tidak menanyakan eksistensinya. Saat itu dia hanya bertanya, mengenai kenapa ia merasa gagal. Bukankah cerita gagal adalah satu jeda yang menghidupkan tanda baca? Bukankah belum berhasil adalah salah satu cara untuk mencapai keberhasilan? Bukankah dunia adalah salah satu tempat untuk melahirkan jiwa yang berani gagal dan mencoba?
Ia takut, dengan banyaknya risau. Matanya mengalir, dengan banyaknya kekhawatiran. Bahunya terguncang, dengan banyaknya nestapa. Dan hatinya sangat amat terluka, dengan banyaknya durjana. Ia tidak suka. Ia tidak marah. Ia hanya kecewa.
Dan lagi, sekali lagi. Muncul banyak tepi diantara tapi. Kembali lagi, muncul banyak titik di banyak detik. Satu kali lagi, muncul banyak harap di do'a-do'a yang akan terlahir.
Kemudian dengan lantang, ia mencoba. Dengan gigih ia berusaha. Dengan perlahan, ia mengobati kecewa. Dan dengan segenap harap ia kembali melangkah.
Ia lupa, bahwa lukanya belum sembuh. Ia lupa bahwa darahnya belum sepenuhnya beku. Ia lupa, bahwa sakitnya masih terasa. Dan ia sadar, bahwa ia terlalu banyak berenang dalam gamang cahaya, yang perlahan redup di sudut-sudut ceritanya.
Kemudian, jika dia tidak belajar berenang. Maka saat itu pula, dia tenggelam dalam peliharaan rasanya.
16.38
Surabaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar