Senin, 29 September 2025

29 September 2025

Daun-daun datang menggelayuti ujung kerudung dan bajuku. Angin-angin menyapai senyum dan langkah kakiku. Begitu juga mentari yang sayup-sayup mengedipkan diri kepadaku.

Ceritaku memang tidak pernah usai. Jejak-jejak metamorfosisku pun belum jua selesai. Ranah heksagonal bintangku belum menjadi sempurna. Kemudian aku mendeklarasikan diri pada keabsahan sepi yang menjemukan logika. 

Ceritaku belum juga usai. Dalam desir darah yang tidak menjadi abadi, aku tidak mengerti kenapa bumi selalu kalah melawan takdir. Dalam desas-desus sanubari, aku tidak mengerti kenapa kuku-kuku semesta tak jua menjelmakan diri menjadi bentuk yang abadi. Kemudian, tatkala jatuh menjadi bagian dari waktu, maka aku memuji kekalahanku.

Ceritaku kalah dalam cerita mereka, kalah dalam sanubari yang ada, kalah dalam kisah pewayangan, dan kalah dalam episode yang belum bertanda selesai. Aku dan jiwaku adalah Drupadi dalam Mahabarata yang tidak bermahkota. Ia bersuami banyak dan beranak lima. Keperempuanannya dipertanyakan karena memilih menjadi istri dari para Pandawa. Lalu tubuhnya menjadi korban dari gelinding dadu yang dihinakan oleh seluruh penghuni semesta. Namun ceritanya belum juga usai, sampai sekarang. Seperti ceritaku yang belum memiliki selesai sampai waktu yang berhenti dengan caranya, dan entah itu kapan.

Kemudian, aku menunggunya.

29 September 2025
      Surabaya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WARNING !!!

Lengkara berarti mustahil atau tidak boleh terjadi. Seperti judulnya, buku ini menceritakan seseorang yang  bercerita mengenai kekasihnya. B...